Pebayuran โ Dampak fenomena El Nino mulai dirasakan para petani di wilayah Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi.
Puluhan hektare sawah dilaporkan mengalami kekeringan, memicu kekhawatiran gagal panen.
Kondisi ini terungkap oleh Babinsa Karangharja, Koptu Solehudin Koramil 11/Pebayuran, Sabtu (2/5/2026) di Kampung Teluk Bango RT 01 RW 01.
Dalam kegiatan tersebut, Babinsa bersama aparatur desa, tokoh masyarakat, dan petani turun langsung melakukan monitoring kondisi sawah yang terdampak kekeringan.
Koptu Solehudin menyampaikan bahwa pendampingan kepada petani akan terus dilakukan sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap kesulitan masyarakat.
โPendampingan ini akan terus kami lakukan untuk membantu petani menghadapi dampak kekeringan,โ ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Karangharja, Heru Sukarma, mengungkapkan bahwa kondisi kekeringan sudah cukup mengkhawatirkan.
โSedikitnya puluhan hektare sawah mengalami kekeringan. Kami berharap ada bantuan dari dinas terkait untuk mengatasi kondisi ini,โ katanya.
Keluhan serupa disampaikan Samsudin selaku Kepala Dusun, Ia menuturkan kekeringan yang terjadi berpotensi menyebabkan gagal panen.
โKondisi ini sangat berdampak, petani terancam gagal panen,โ ungkapnya.
Roni anggota BPD juga meminta perhatian pemerintah terhadap nasib petani di wilayahnya.
โKami berharap pemerintah lebih peduli terhadap kondisi petani Desa Karangharja,โ tegasnya.
Tokoh petani, H. Rusmadi, menjelaskan bahwa saat ini petani hanya mengandalkan penyiraman manual menggunakan selang air untuk menyelamatkan tanaman.
โKami hanya bisa โnyedot’ pakai selang air, itu pun terbatas,โ ujarnya.
Hal senada disampaikan Agus, tokoh masyarakat setempat, Ia berharap adanya bantuan nyata dari pemerintah.
โSaat ini kami hanya bisa berharap ada bantuan, karena kondisi ini sudah sangat sulit,โ katanya.
Sementara itu, Danramil 11/Pebayuran Kapten Inf Sutikno menyampaikan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait guna mencari solusi atas permasalahan kekeringan yang dialami petani.
โKami akan terus berkoordinasi dengan dinas terkait agar ada langkah konkret dalam penanganan kekeringan ini, sehingga petani tidak mengalami kerugian lebih besar,โ pungkasnya.
Kondisi ini menjadi perhatian serius, mengingat sektor pertanian merupakan salah satu penopang utama perekonomian masyarakat di wilayah tersebut.
(Pendim 0509 Kabupaten Bekasi)

